Kamis, 31 Maret 2011

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai


Maret akan segera usai. Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?
Sejarah April Mop
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)

Sudah lama nggak nge-blog,,hehehehhe...

Astaghfirullah,,sudah lama ternyata aku nggak nge-post di blog.. Maafkanlah blogger pemalas ini..
Oke. Lanjut!

Hari ini adalah hari terakhir di bulan Maret tahun 2011. Hahaha... Sungguh cepat rasanya waktu berlalu. Dan banyak hal yang terjadi di bulan Maret ini. Baik itu yang baik atau buruk.

Maret 2011. Bulan yang penuh kejadian. Kejadian yang menyenangkan, menyedihkan, penuh kelabilan, dll.

Haha... Anak SMA lah namanya.

Kejadian menyenangkan.
Banyak kejadian menyenangkan yang terjadi di bulan ini. Alhamdulillah, aku masih bisa merasakannya.

Kejadian menyedihkan.
Haha... ini banyak juga. Tapi tak akan baik jika aku sebutkan di sini. Biarlah menjadi rahasia diriku dan Dia. 
Tapi salah satu nya adalah nilai Mid. :'-(

Kelabilan.
Hahahahahahha... Lucu juga kalau aku ingat-ingat lagi. Bulan Maret ini aku sungguh labil.
Dan hal yang tetap paling menghantui hari-hari ku adalah "ikan" ku..
Aku tetap. Hanya bisa menatapinya dari jauh. (Karena aku memang tak berharap untuk bisa berpacaran dengannya, karena jujur. Bagi diriku yang sekarang ini, pacaran adalah hal yang memalukan, tak penting, tak berguna, hanya menambah dosa dan fitnah.). Dia tetap, tidak mengetahui akan rasa ini. Sungguh aneh dia ini. Aku saja sering was-was sendiri dalam bertingkah karena takut dia akan menyadari rasa ini. Tapi alhamdulillah, dia masih belum tau. Biarlah, dia berbahagia dulu dengan orang yang sedang dia cintai dengan diam itu.

Hal-hal lucu.
Ini juga banyak sekali terjadi. Salah satunya adalah si Menyok kegirangan dan pamer-pamer karena baru punya blog! HUAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHA... sumpah lawak. Dia ternyata blog nya itu yang ngebuatin adalah si Mitra. Dasar memang dasarnya katrok. Hahahahhahha,.. Dan ternyata sekreku (Jeallyza) juga baru punya blog dan juga si Mitra yang ngebuatin. -____-", tapi bendaharaku, si Fina, juga mulai aktif nge-blog setelah ngebuat blog baru (katanya)..

Oke. That's enough.
Harus siap-siap untuk hal-hal ke depan. Ada GANAS yang sempat terabaikan. Ada LAMDAS yang sudah menggoda untuk diadakan. Dan, amanah-amanah lain nya. Bukan waktunya untuk melabil, menangisi cobaan, dan hal-hal sepele tak penting lainnya. 

ALLAHUAKBAR! 

Sabtu, 19 Maret 2011

Dakwah Dusta

Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.
Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.
Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.
Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.
Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.
Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.
Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.
”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.”
Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”
”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”
Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”
Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”
”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”
Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”
”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini kita tanpa sadar melupakan satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; sang gadis sama sekali tak mengindahkan da’wahnya. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.”
Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. Mula-mula hanya mengagumi wajah. Lalu membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. Kemudian membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, bagaimana jika percakapan diteruskan tanpa batas waktu?
”Kesalahan itu”, kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, ”Telah terjadi sejak awal.” Apa itu? ”Mereka berkhalwat! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini.”
Ya. Mereka berkhalwat! Bersepi berduaan. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi meminjam istilah salah seorang Akh yang paling saya cintai dalam ’surat cinta’-nya yang masih saya simpan hingga kini, ini adalah ”Da’wah dusta!” Da’wah dusta. Da’wah dusta. Di jalan cinta para pejuang, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.
taken from: Jalan Cinta Para Pejuang/Cinta Bersujud Di Mihrab Taat/Selingan Cinta dari Khazanah Lama
by Salim A. Fillah

Jumat, 18 Maret 2011

Hijab bukan jilbab


"Mengapa wanita harus berjilbab?"
Pertanyaan ini sangat penting untuk dilontarkan dan jawabannya sangat lebih penting lagi. Akan tetapi, pertanyaan di atas membutuhkan jawaban yang sangat panjang. Di sini akan kami sebutkan sebagian dari jawaban tersebut:
Pertama; Sebagai Realisasi Ketaatan Kepada Allah dan Rasul-Nya.

Karena ketaatan tersebut akan menjadi sumber kebahagiaan dan kesuksesan besar di dunia dan akhirat. Maka seseorang tidak akan merasakan manisnya iman sebelum mampu melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya serta berusaha merealisasikan semua perintah-perintah tersebut. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, 
“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al- Ahzab :71)

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Sungguh akan merasakan manisnya iman seseorang yang telah rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus Allah).” (H.R. Muslim)

Di samping itu, bahwa tujuan utama Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana yang telah difirmankan di dalam surat adz-Dzariyat ayat 56. Maka segala aktivitas dan kegiatan manusia hendaklah mencerminkan nilai ibadah kepada Allah termasuk dalam berbusana dan berpakaian.Caranya adalah dengan meyesuaikan diri dengan aturan dan ketentuan berpakaian yang telah digariskan dalam syari’at Islam.
Ke dua; Menampakkan Aurat dan Keindahan Tubuh Merupakan Bentuk Maksiat yang Mendatangkan Murka Allah dan Rasul-Nya.

Allah Subhannahu wa Ta'ala Berfirman,
“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al-Ahzab :36).

Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat).”(Muttafaqun ‘alaih).

Sementara wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh, telah nyata-nyata menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan. Hal ini dikarenakan Allah telah menjelaskan batasan aurat seorang wanita, perintah untuk menutupinya ketika di hadapan orang asing (bukan mahram) serta mencela dan melaknat wanita yang memamerkan auratnya di depan umum.

Jika seorang wanita hanya sekedar lewat dengan memakai parfum di hadapan kaum lelaki saja dapat dikategorikan zina, sebagaimana disabdakan Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam di dalam makna memancing dan mengundang perbuatan tersebut, maka bagaimana lagi dengan mempertontonkan sesuatu yang tak selayaknya diperlihatkan?
Bau wangi yang bersumber dari seorang wanita dapat membangkitkan imajinasi kaum lelaki yang mencium aroma tersebut.Maka membuka aurat jelas lebih dilarang dalam Islam karena bukan sekedar memberikan gambaran, namun benar-benar menampakkan bentuk riilnya.
Ke tiga; Hijab Dapat Meredam Berbagai Macam Fitnah.

Jika berbagai macam fitnah lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya apabila suatu masyarakat dihuni oleh wanita yang tabarruj atau pamer aurat dan keindahan tubuh, sangat rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran. Bagian tubuh yang terbuka, jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa. Itulah tahapan pertama bagi penghancuran serta perusakan moral dan peradaban sebuah masya-rakat.
Ke empat; Tidak Berhijab dan Pamer Perhiasan Akan Mengundang Fitnah bagi Laki-Laki.

Seorang wanita apabila menampakkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan kaum laki-laki bukan mahram, hanya akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan, maka mereka akan dengan ganas dan beringas memangsa, laksana singa sedang kelaparan.

Penyair berkata, Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam, Disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.
Ke lima; Menunjukkan Kepribadian dan Identitas serta Mencegah dari Gangguan.

Jika seorang wanita muslimah menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi saya hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena saya jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”

Wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung ia berkata, “Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangiku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau manakah orang yang berseloroh “Aduhai betapa cantiknya?” Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya, sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah ia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.

Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap laki-laki yang melihat menundukkan pandangan dan bersikap hormat. Mereka juga menyimpulkan, bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati, sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , 
“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Al-Ahzab :59).

Wanita yang menampakkan aurat dan keindahan tubuh serta paras kecantikannya, laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Hal itu jelas mengundang perhatian laki-laki yang hobi menggoda dan mempermainkan kaum wanita, sehing-ga mereka menjadi mangsa laki-laki bejat dan rusak tersebut.Dia ibarat binatang buruan yang datang sendiri ke perangkap sang pemburu. Akhirnya, ia menjadi wanita yang terhina, terbuang, tersisih dan kehilangan harga diri serta kesucian. Dan dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.
Syarat-Syarat Hijab
Pertama; Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nuur: 31)

Dan juga firman Allah Subhannahu wa Ta'ala,“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Al Ahzab :59).


Ke dua; Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  • Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal, tidak menampakkan warna kulit tubuh/transfaran.
  • Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.
  • Hendaknya hijab tersebut tidak berwarna-warni dan bermotif.


Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,“Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan (kebanggaan) di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian dibakar dengan Neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan).


Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian berdasar-kan hadits dari Abu Musa Al-Asy’ary, dia berkata, Bahwa Rasulullah bersabda,“Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina” (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan hadits ini Hasan)


Ke tiga; Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Dan Rasulullah mengutuk seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan mengutuk seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki. (H.R. Abu Dawud an-Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini sahih).


Catatan : Menutup wajah menurut syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani di dalam kitabnya Jilbab al-Mar’ah al-Muslimah Fil Kitab Was Sunnah, adalah sunnah, akan tetapi yang memakainya mendapat keutamaan.
    Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi seluruh kaum muslimin, terutama para wanita muslimah agar lebih mantap/teguh dalam menjaga hijab mereka.




    Sumber: http://kurni.smanda.sch.id/news/berita-teknologi/other-news/52-dunia-islam/100-hijab-bukan-jilbab.html

    Rabu, 16 Maret 2011

    Percakapan (note ku di FB)


    Assalamu'alaikum wr. wb.

    Episode 1
    Aku     : "Ukhti, afwan jika kurang berkenan. Tapi ana ingin bertanya sesuatu. Berkenan kah?"
    Fulana : "Boleh akhi."
    Aku      : "Apakah antum benar berpacaran?"
    Fulana : "Nggak kok akhi. Pasti karena lihat relationship status ana di FB ya?"
    Aku      : "Iya ukhti. Jadi antum tidak benar-benar berpacaran?"
    Fulana : "Tentu tidak akhi."
    Aku      : "Alhamdulillah. Tapi kalau begitu, kenapa di FB antum buat status berpacaran?"
    Fulana : "Hahahaha... Itu hanya untuk membuat sensasi dan bercanda akhi. Jangan dianggap serius."
    Aku      : "Ooo.. Hahahaha... Tapi tahukah antum, bahwa antum sudah melakukan-kalau tidak ana tidak salah hitung- 3 kesalahan?"
    Fulana  : "3 kesalahan? Maksudnya akhi?"
    Aku       : "Afwan (lagi) sebelumnya ukhti. Begini, mengenai status 'berpacaran' yang antum buat itu. Di sana terkandung unsur kebohongan yang mengakibatkan terjadinya prasangka buruk dan fitnah. Pertama,antum membuat status berpacaran, tapi kenyataanya antum tidak berpacaran. Bukankah itu suatu kebohongan?"
    <Dia tidak membalas beberapa saat. Agaknya terdiam>
    Fulana  : "Iya. Tapi kan ana sudah menjelaskan kepada teman-teman ana tentang yang sebenarnya."
    Aku       : "Apakah benar telah kepada semuanya? Apakah benar semua 'friends' antum di FB itu tau akan kebenaran itu?"
    <Dia terdiam lagi>
    Fulana  : "Tidak akhi."
    Aku       : "Nah, berarti mereka semua yang tidak mengetahui kebenaran itu telah termakan 'kebohongan' antum bukan? Dari situ lah akan timbul su'udzan. Mereka pasti kebanyakan akan berprasangka bahwa antum itu benar-benar berpacaran seperti orang-orang jahilyah itu. Yang seenaknya merubah EYD dalam menulis(kata sayang dirubah menjadi 'yang'/'yank'/dll) dan tidak bisa membedakan antara huruf dengan angka (kata GAUL menjadi G4OeLz5s atau lainnya) itu. Lalu apakah antum tau akibatnya yang lebih besar? Akhirnya,nantinya organisasi kita lah yang dikatakan tidak bermutu/tidak berguna/bahkan dibilang sesat. Masa' organisasi keagamaan tapi anggotanya malah melanggar hukum agama. Bagus kalau organisasi kita tidak terkena. Tapi jika ternyata antum sendiri yang difitnah,bagaimana? Ingat ukhti. Dunia maya ini tidak bisa diajak main-main. Fitnah mudah terjadi dan menyebar di sini."
    <terdiam lama lagi. *mungkin ngebacanya lama atau dia lagi pergi makan sambil nunggu karena Aku ngetiknya lama.>
    Fulana   : "Astaghfirullah... Antum benar ya akhi. Afwan, ana khilaf. Thayib. Akan ana perbaiki secepatnya. Syukran jazakallah ya akhi."
    Aku        : "Alhamdulillah, afwan ya ukhti. Afwan jika ada yang kurang berkenan."
    <Offline>
    *Ini terjadi di chat FB.



    Episode 2
    Suatu sore, aku sedang berkumpul bersama teman-teman dekatku. Seperti biasa, kami saling berbagi cerita. Baik itu cerita yang heroik, menyedihkan/mengharukan, apalagi yang lucu. Tapi, tiba-tiba salah seorang temanku menceritakan sebuah pengalaman lucu (dirinya) yang aku tahu itu tak pernah terjadi. Setelah yang lain pulang, tinggal aku dan dia. Maka langsung terjadi percakapan berikut.
    Aku    : "Hei Fulan, kisah lucu yang engkau ceritakan tadi itu tidak pernah terjadi kan?"
    Fulan : "Ya. Tentu saja. Kenapa?"
    Aku    : "Mengapa engkau berbohong? Kau tahu kan, bohong itu dosa, kawan."
    Fulan  : "Aku tahu. Tapi aku hanya ingin melihat kebahagiaan di wajah kalian karena mendengar ceritaku. Bukankah membuat orang bahagia merupakan suatu pahala? Hahahaha..."
    Aku    : "Astaghfirullah. Tak tahukah engkau? Kau baru saja melakukan 3 dosa sekaligus! Engkau berbohong pada dirimu & kepada teman-temanmu dan engkau juga telah melanggar larangan Rasulullah Muhammad SAW.!"
    Fulan  : "Kalau yang berbohong itu aku akui. Tapi apa maksudmu dengan 'melanggar larangan Rasulullah Muhammad SAW.?"
    Aku     : "Begini. Aku pernah membaca sebuah buku. Di sana dikatakan bahwa (*)Rasulullah melarang keras umatnya untuk berbohong sekalipun kebohongan itu untuk bahan lelucon."
    Fulan   : "Benarkah itu? Mana buktinya? Apa nama buku itu?"
    Aku      : "Afwan, aku lupa nama buku itu."
    Fulan   : "Baiklah. Aku percaya padamu. Tapi ada satu pesanku."
    Aku      : "Apa itu?"
    Fulan    : "Lain kali (menyelempangkan tas nya) kalau mau mengingatkan orang itu, perkuat dulu dasarmu. Cukupkan dulu buktimu."
    Aku       : (tersenyum) "Insya Allah." (mengangguk)

    (*)Dalil yang sebenarnya:
    Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

    “Celakalah orang yang berbicara, padahal ia berbohong untuk sekedar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, kemudian celakalah dia”. (HR. Abu Daud no. 4990, At-Tirmizi no. 2315, dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7136)






    ---------------------------------------------------

    Note ini tidak terikat pada suatu individu, organisasi, golongan atau yang lainnya. Note ini adalah untuk semua orang.
    Semoga bermanfaat. Afwan, jika ada yang kurang berkenan. Dan terima kasih banyak jika ada kritik dan saran.

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    (^_^)

    Senin, 14 Maret 2011

    Happy Birthday Papa

    Happy Birthday Papa. You are the best dad in the world. I hope you always and more healthy and be patient because you had a son like me. Sorry, I can not give anything. Only a string of prayer and devotion of a child on his father's that i can give. Allah, i beg. Please always keep my father. 

    Edcoustic-Menjadi Diriku

    Tak seperti bintang di langit
    Tak seperti indah pelangi
    Karena diriku bukanlah mereka
    Ku apa adanya

    Dan wajahku memang begini
    Sikapku jelas tak sempurna
    Ku akui ku bukanlah mereka
    Ku apa adanya

    *)
    Menjadi diriku
    Dengan segala kekurangan
    Menjadi diriku
    Atas kelebihanku.......

    Terimalah aku
    Seperti apa adanya
    Aku hanya insan biasa
    Ku pun tak sempurna

    Tetap ku bangga
    Atas apa yang ku punya
    Setiap waktu ku nikmati
    Anugerah hidup yang ku miliki

    http://www.liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/2317/edcoustic-menjadi-diriku.html

    Selasa, 08 Maret 2011

    Bagaimana mewujudkannya?

    Salah satu hal yang paling aku inginkan saat ini adalah bertemu dan berdiskusi tentang keadaan Umat Islam zaman kini dengan Walikota Padang, Gubernur Sumatera Barat, Mas'ul MUI, Ketua NU, Ketua FPI, Raja Arab Saudi, Presiden Iran, dan tokoh-tokoh Islam zaman kini yang katanya "religius" itu sekaligus. Adakah yang tahu cara mewujudkannya?

    Sabtu, 05 Maret 2011

    WHAT A GREAT DAY!

    SUNGGUH! HARI INI SANGAT MENYENANGKAN! Hari ini aku menghabiskan hariku dengan saudara-saudariku di OSIS SMAN 1 Padang. Mulai dengan marathon bareng dari sekolah ke pantai Purus. Awalnya cuma mau main air biasa aja,tapi akhirnya malah mandi-mandi juga. Hahahaha... Yang pertama kali masuk air adalah Mutia Tri Armalita (Kabid 3),,nggak tahu kenapa bisa masuk ke air,tapi lucu ngeliatnya. buehehehe... yang ke-2 adalah Fahmi Affandi (Ketua Robotika). Kebetulan dia juga milad hari ini (BARAKALLAH FIMILADUKA yo Mik). Dan akhirnya semuanya masuk air juga.


    Lanjut, rencananya mau terus jalan ke ARENA (tempat main bom-bom car), tapi karena terlalu capek akhirnya kami nyewa angkot. Tapi ternyata jadinya malah makan di tempat TNI yang di dekat sana. -__-"
    hahahahha... Setelah makan, Andiko Putra (ketua OSIS SMAN 1 Padang) dan beberapa pengurus OSIS yang lain malah beli mainan anak-anak di penjual mainan dekat tempat makan (Ludo,Karu Remi mini dengan gambar Upin-Ipin & Ben 10,dll). hahahhahaha...


    Setelah itu dengan menyewa angkot lagi, kami balik ke sekolah. Langsung lah kami PARTY! Tapi ada juga yang "mandi" dulu di Teachers Bathroom. Dan yang lainnya ada yang main Ludo,ada yang main kartu, ada yang ngeliat foto-foto waktu jalan tadi,dll.


    Dan sekitar jam 3, akhirnya kami mulai ngebakar ayam! (YES!) *Dan sewaktu ngebakar ayam ini jari tangan kananku kebakar kena api yang ada di salah satu tempurung yang aku perbaiki letaknya. LANGSUNG APINYA! Pedih ternyata. Baru kali ini aku bisa dibakar api.
    Setelah makan bersama, langsung kami lanjut dengan GAMES! Game pertama yaitu game makan kerupuk seperti waktu 17 Agustus-an. Ketua pelaksana game ini adalah Hansel Dwi Putra (kabid 6). Di game ini agak beda. Karena tali tempat kerupuknya digantung akan digoyang-goyang terus oleh si Hansel, jadi susah makannya. Tapi asik! hahahahha...


    Setelah itu, kami main masukin-pensil-yang-digantungin-di-bokong-ke-dalam-botol. Ketua Pelaksananya adalah Fauzan Mahyu Jaruki (kabid 7). Di Game ini heboh! Karena memang peserta nya gawat-gawat. hahahahha... Di game ini juga beda dari yang biasa. Kali ini, para peserta harus lari dulu dari jarak yang ditentukan oleh si Jaruk ke botol mereka. Si Anca/ Irviansyah Putra Pradana (ketua Design Grafis) sempat kehilangan pensil nya di tengah jalan waktu lari-lari. Jadi waktu udah jongkok di atas botol, dia kaget karena pensilnya nggak ada. Hahahahha...


    Selanjutnya, kami main tarik tambang (tapi lebih tepatnya "tarik rafia/teyen",karena tali tambangnya nggak ada). Ketua Pelaksananya adalah aku sendiri/ Faris Elzo Syauqi Arafah (Ketua GANAS). Di game ini nggak terlalu beda. Bedanya hanya 2 grup dibagi menjadi 4 sesi (jadi dalam 1 grup ada 4 tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang). Awalnya imbang dengan score 2-2, tapi sewaktu babak penentuan kelompokku menang. MUehehehhehe... *eitss! tidak ada KKN..


    Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Nggak tau nama game nya apa dan KetPel nya nggak tau juga siapa, tapi panitia nya kalau nggak salah adalah Modhy Mahardika Jufri (Ketua English Team),Fahmi Affandi, dan Vino Tri Mulia (Kabid 1). Di game ini pesertanya adalah semua yang hadir kecuali Modhy selaku panitia dan tima dokumentasi. Aturannya adalah akan dibunyikan musik, selama musik masih berbunyi para peserta harus menukar letak tutup sebuah pensil mekanik dan kemudian di lempar kepada peserta yang lain. Yang kena hukuman adalah yang terakhir kali memegang pensil ketika musik berhenti. Untuk pemilihan hukumannya adalah dengan meletuskan 1 dari beberapa balon yang diisi dengan jenis hukumannya yang sudah disiapkan. Dan sialnya aku lah yang pertama kali kena. Dan tahukah kalian apa hukumannya? Yaitu: DANCE ALA SM*SH DENGAN DIIRINGI LAGU NYA YANG I HEART YOU! Astahghfirullah. Sungguh hukuman yang tak ku harapkan.
    Dan setelah aku adalah Andiko yang disuruh ngebacot ke pengurus OSIS yang lain, Andrie Chania Zahara (Ketua 1 OSIS) yang wajahnya diolesi arang bekas ngebakar ayam, Egia Mulya Baskara (ketua IAO) yang disuruh nyanyi pakai mike pengumuman di Lobby sekolah, Rahmah Amran (kabid 4) yang disuruh ngambil semua sampah yang ada di ruang OSIS, Vistaria Furkano (Sekretaris Bidang 5) yang disuruh nge-dance.


    Dan terakhir, tentu saja foto bersama!


    Sungguh, hari yang penuh dengan kebahagiaan. Takkan terlupakan. I REALLY LOVE YOU GUYS! Aku tak menyesal menjadi salah satu dari kalian pengurus OSIS SMAN 1 Padang 10/11.
    (^_^)