Senin, 30 Mei 2011

Sheila on 7-Itu Aku

Ribuan hari aku menunggumu
Jutaan lagu tercipta untukmu
Apakah kau akan terus begini

Masih adakah celah dihatimu
Yang masih bisa ku ‘tuk singgahi
Cobalah aku kapan engkau mau


Reff: 
Taukah lagu yang kau suka
Taukah bintang yang kau sapa
Taukah rumah yang kau tuju
Itu Aku…
Taukah lagu yang kau suka
Taukah bintang yang kau sapa
Taukah rumah yang kau tuju
Itu Aku…


Coba keluar di malam badai
Nyanyikan lagu yang kau suka
Maka kesejukan yang kau rasa

Coba keluar di terik siang
Ingatlah bintang yang kau sapa
Maka kehangatan yang kau rasa
(back to reff)

Percayalah itu aku (2x)
(back to reff)

Minggu, 29 Mei 2011

Indahnya merajut ukhuwah dalam dakwah

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Merdunya simponi dakwah
Dalam kesejukan amanah
Merajut keindahan ukhuwah

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Ketika amanah melahirkan senyuman
Ya. Senyuman yang berasal dari hati
Dari saudara untuk saudara

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Ukhuwah yang indah berkat amanah
Saling mengingatkan juga memberi senyuman
Ikhlas, tak ada pamrih

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Saat hijab tak lagi terjaga
Saat qalbu telah futur
Di sini lah aku menguatkan kembali diri dan qalbu ku
Bersama dirimu lah, aku beristiqamah di jalan-Nya

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Kita tulis bersama kisah kita ini
Juga kita lukis di atas kanvas dunia
Indahnya ukhuwah kita

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Tahukah engkau duhai saudaraku?
Aku mencintaimu karena Allah
Aku bersyukur pernah mengenalmu
Aku sungguh bersyukur pernah memiliki saudara seperti mu

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Tak ada kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan
Saat bersama menjalani hari
Saat bersama mendidik para tentara Allah

Ku buka kembali lembaran persaudaraan
Oh, sungguh indah merajut ukhuwah dalam dakwah


Special for all of my siblings in iman: ROHIS SMAN 1 PADANG 2010/2011

Jumat, 27 Mei 2011

Jodoh itu nggak akan lari kemana



Jodoh itu tidak akan lari kemana. Dia sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Untuk apa dirisaukan? Kan belum tentu orang yang kita cintai saat ini adalah jodoh kita. Jadi untuk apa kita kejar? Untuk apa kita pikirkan dia? Lebih baik lupakan saja sebelum menjadi zina hati. Ingat lah! Cinta Allah adalah cinta yang sebenar-benar cinta. Cinta yang abadi. Sedangkan cinta manusia? Hanyalah cinta semu yang tidak akan pernah abadi.

"wanita-wanita yang kotor adalah untuk lelaki yang kotor dan lelaki yang kotor adalah untuk wanita yang kotor. Dan wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik....." (Q.S. An Nur: 26)


Allah sudah berjanji. Dan Dia tidak pernah ingkar akan janji nya.


(^_^)

Kamis, 19 Mei 2011

Balasan yang kontan

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur—perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.

Suatu pagi, ketika saya sedang menjemur pakaian, itu (dengan mencuci tentunya) merupakan pekerjaan saya pada pagi hari, seorang gadis datang ke pekarangan rumah kontrakan kami dengan tergopoh-gopoh. Matanya berkaca-kaca dan ia bicara dengan suara tangis yang tersendat, “Maaf Pak, saya menganggu…” ujarnya, tanpa basa-basi, “Saya berasal dari Cikampek dan saya hendak ke Plered. Saya kehabisan ongkos. Kalau Bapak berkenan saya ingin menjual kerudung yang tengah saya pakai ini sama Bapak…. Saya sudah tidak punya uang lagi…”

Saya mengernyitkan kening. Bingung bagaimana menanggapinya. Saya kemudian tak urung memintanya untuk menunggu sebentar, dan saya menemui istri di kamar yang tengah menyusui bayi laki-laki kami. Saya terangkan permasalahannya, dan kemudian bertanya padanya, “Kita punya uang berapa lagi sekarang?”

Istri saya menjawab, “Tinggal dua puluh ribu lagi….”

Saya terdiam, namun kemudian berbicara dengan suara sedikit serak. “Bagi dua ya. Kita sedekahkan setengahnya…”

Istri saya setuju. Jauh di lubuk hati saya berpikir keras, cukup apa kemudian Rp. 10 ribu sisanya buat kami untuk kebutuhan satu hari saja? Ada bayi dan seorang anak kecil, dan dua orang dewasa di rumah ini yang perlu makan? Tapi saya tidak berpikir panjang lagi.

Kemudian saya menemui gadis itu yang sudah mencopot kerudungnya. “Berapa lagi yang kamu perlukan untuk sampai ke Plered?” tanya saya.

Jawabnya, “Sekitar Rp. 6000, Pak…”.

“Maaf, ini saya hanya punya segini, semoga bisa bermanfaat…” ujar saya. Gadis itu menyodorkan kerudungnya, “Ini kerudungnya, Pak…”

Saya menggeleng, “Tidak. Kamu pakai kerudung kamu lagi. Bantuan saya tidak ada apa-apanya, hanya semoga saja bisa membantu kamu, setidaknya untuk sampai ke Plered, tujuan kamu…”

Gadis itu menangis lagi, “Terima kasih, Bapak. Saya sudah sejak dari tadi, sudah sejak dari jalan besar sana meminta bantuan, tapi tidak ada yang mau menolong saya… Terima kasih, Bapak…”

Gadis itu permisi. Saya melanjutkan kembali menjemur pakaian dengan otak yang berpikir keras. Uang Rp. 10.000 yang tertinggal bersama kami mungkin akan dibelikan tahu, telur 2, dan sebungkus mi instan. Saya berkata kepada istri saya. “Kamu sama si Teteh (anak perempuan saya yang pertama yang masih berumur 3 tahun) makan sama telur dan tahu. Biar saya makan sama mi saja…”

Istri saya menukas, “Tapi Ayah kan sudah makan mi instan selama tiga hari ini berturut-turut…”

Saya tersenyum, “Untuk periode sekarang, sepertinya nggak apa-apalah dulu. Yang penting kamu sama si Teteh jangan sampai kekurangan gizi dulu…”

Istri saya terdiam, kembali tenggelam menyusui anak kami yang kedua.

Sisa hari itu dilalui dengan biasa saja. Malamnya, saya harus pergi ke pengajian yang letaknya sekitar 4 kilo dari rumah. Saya tidak menggunakan angkot ketika itu karena uang yang tertinggal hanya Rp. 2000 lagi dan saya tinggalkan bersama istri.

Seusai pengajian, ustad yang mengisi pengajian menghampiri saya. “Ini ada titipan dari seseorang…” seraya menyodorkan sebuah amplop. Saya gelagapan, “Dari siapa ya Ustad? Dan titipan apa ini?”

Ustad tersenyum, “Sepertinya uang. Siapa yang memberikannya, tidak perlulah tahu. InsyaAllah, halal dan thoyyib. Katanya ini hanya hadiah saja…”

Saya tidak berkata apa-apa lagi. Di sisi lain saya merasa berat, namun saya juga merasa bersyukur masih ada yang memperhatikan kondisi keluarga saya ketika berada dalam kesulitan. Saya mengucapkan terima kasih dan meminta Ustad untuk menyampaikannya kepadanya.

Di jalan, saya membuka amplop itu ternyata memang berisi uang Rp. 300.000! Subhanallah, itu jumlah yang sangat banyak buat saya. Saya belikan istri martabak telur kesukaan istri dan ketika sampai ke rumah, kami menyantapnya bersama, sementara anak-anak sudah terlelap. Istri saya berujar lirih, “Allah selalu akan mengganti sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan. Mungkin ini berkah dari sedekah tadi pagi yang Ayah berikan…”

Saefullah
(disadur dari www.eramuslim.com) 

Pemuda Indonesia Krisis Keteladanan

Pemuda Indonesia adalah penerus bangsa dalam melanjutkan kiprah para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan suatu hal yang positif. Akan tetapi kemanakah pionir-pionir perubahan itu hari ini? Bangsa Indonesia hari ini seperti kehilangan pendonor semangat yang berdedikasi tinggi pada negaranya mengibarkan bendera penuh kobar semangat. 

Di zaman yang semakin maju dan terdepan ,Indonesia negara yang luas dan kaya akan alamnya serta manusia menunjukkan kemunduran di berbagai sektor. Padahal dengan modal alamiah yang kita miliki, itu semua dapat memudahkan kita untuk mengolah kekayaan yang kita miliki tanpa harus mencarinya jauh-jauh ke Negara lain. Akan tetapi faktanya, Indonesia semakin mengalami kemunduran seperti kemiskinan yang tak tuntas hingga kini dan korupsi yang semakin hidup di Negara ini. 

Hal ini seharusnya menjadi cambukan keras bagi para pemimpin Indonesia dalam mengemban kewajibannya. Sebagai pemimpin yang baik dan benar, semua kesalahan itu dapat dijadikannya bahan renungan dalam kepemimpinannya. Dan dalam Al-Qur’an pun tertulis bahwa setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya. 

Sosok pemimpin memiliki pengaruh besar pada akhlak dan moral bangsa yang dipimpinnya. Terutama bagi pemuda dengan jiwa mudanya yang masih sangat labil. Para pemuda dengan gelora semangat yang menggebu-gebu di dalam hatinya akan menjadikan sosok pemimpin sebagai panutan dalam hidup mereka. Mereka tidak akan peduli pada citra baik dan buruknya sosok pemimpin, tapi tiap pemimpin akan dijadikannya panutan dalam kehidupan mereka di masa sekarang dan di masa depan yang terbentang luas. 

Dari berita-berita yang disajikan di televisi swasta maupun nasional, dapat kita lihat berita-berita kriminal tak henti-hentinya menjadi berita utama dalam berita tersebut. Dan tak jarang juga wajah para pemimpin muncul di layar kaca sebagai tersangka dalam sebuah kasus pelanggaran. Bukan hanya itu para pemimpin yang sudah terbukti bersalah pun dengan wajah sumringah masih dapat menyatakan dirinya tidak bersalah dengan menyuap berbagai instansi pemerintahan dengan harta masyarakat yang dirampasnya. 

Ini jugalah yang menjadi penyebab terjadinya kasus narkoba, tawuran atar pelajar, dan perbuatan tak terpuji lainnya antar para pelajar. Kurangnya panutan dan tuntunan serta jauhnya rohani agama pada diri pemuda Indonesia . Yang diperlukan oleh pemuda-pemudi Indonesia saat ini hanyalah teladan yang baik dan sentuhan rohani agama dalam kalbu mereka. 

Mari, kita tunggu, siapakah pemimpin bangsa yang dapat kita jadikan panutan dan teladan bagi hidup kita! Pemimpin yang dapat membawa perubahan baik bagi nusa dan bangsa. 

Oleh: Faris Elzo Syauqi Arafah & Namira Lutfia Mustafa, SMAN 1 Padang

Padang, 7 Februari 2011

Senin, 16 Mei 2011

Aku saksikan sendiri, lemahnya hijab kalian

Ya. Sudah 4 hari ini aku menyaksikan sendiri para aktivis yang melenceng akibat dari lemahnya pemahaman mengenai hijab. Lalu karena penjagaan diri yang kurang dan berteman lebih erat dengan orang-orang yang menyimpang daripada dengan orang-orang yang shaleh, itulah mereka. Tak lagi takut untuk bersentuhan. Tak lagi segan untuk mengungkapkan perasaan. Tak lagi malu untuk berpacaran. Tak lagi sedih ketika tidak ingat Tuhan. Astaghfirullah...

Semakin membuatku tidak ingin kuliah di luar. Aku semakin tidak ingin meninggalkan adik-adikku di organisasi ini. Cukup sudah hal ini terjadi pada angkatanku dan angkatan di atas ku. Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi di generasi setelah generasi ku. Ya Allah, berilah petunjuk dan kemuadahan bagi hamba-Mu ini untuk menyadarkan dan mengingatkan saudara-saudara seangkatan hamba dan mendidik para kader-kader kami untuk selalu beristiqamah di jalan-Mu. Dan selalu tambah lah ilmu ku Ya Allah, agar aku tidak salah ajar kepada mereka. Aamiin Ya Allah.

Sabtu, 14 Mei 2011

Ya,beginilah...

Hmm... Kalau boleh jujur. Aku sangat cemburu melihat tingkahmu tadi... Tapi apa daya. Aku hanya bisa diam. Menyembunyikan luka di dalam hati ini. Wajah tersenyum, meski hatiku menangis... Haha...

Minggu, 08 Mei 2011

Syukran Abangku :-D

Malam ini aku ketiduran lagi di depan laptop. Entah sampai kapan kebiasaan buruk ini berakhir. Astaghfirullah...

Tapi malam ini berbeda. Aku ketidurannya tidak sampai pagi, karena jam 11 kurang beberapa menit, aku dibangunkan Kakakku. Awalnya aku agak malas bangun tapi karena benda yang dipegang Kakakku lah,mata ku langsung terbuka lebar. Tau benda apa itu? ITU ADALAH MAINAN HELIKOPTER RADIO KONTROL! Subhanallah! Aku langsung ngejar Kakakku ke ruangan tengah. Dan ternyata mainan itu yang ngebawa adalah Papa yang baru pulang dari Bandung (habis ngunjungin Bang Ridho yang kuliah di ITB). Beliau bilang,"Itu dititipan abang. Keceknyo untuak Faris.".
Alhamdulillaaaah... Syukran katsiran Abangku..
(^_^)
Acuhkan saja dunia. Biarkan saja mereka berkata apa. Jangan dengarkan. Sudah berkali-kali aku bilang. Hidup kita, kita lah yang menentukan.
Jadi, jangan biarkan masalah kecil mengganggu dirimu. Kejarlah cintamu. Itu tidak apa-apa bagiku. Toh, aku bukan siapa-siapa dirimu. Dianggap abang pun bukan. Aku hanya teman biasa bagimu. Ya. Teman biasa. Tidak berarti lebih kan? Hahahahaha...

Jumat, 06 Mei 2011

Kembali kepada diriku

"Semua hal yang ku katakan tadi, tak lebih dari sebuah nasehat dan cambuk untuk diriku sendiri." 

Rabu, 04 Mei 2011

Westlife-World of Our Own

You make me feel funny 
When you come around 
Yeah that’s what I found out honey 
What am I doing without you 
You make me feel happy 
When I leave you behind 
It plays on my mind now honey 
What am I doing without you

Took for granted everything we had 
As if I’d find someone 
Who’s just like you

We got a little world of our own 
I’ll tell you things that no one else knows 
I let you in where no-one else goes 
What am I doing without you 
And all of the things I’ve been looking for 
Have always been here outside of my door 
And all of the time I’m looking for something new 
What am I doing without you

Well I guess I’m ready 
For settling down 
And fooling around is over 
And I swear that it’s true 
No buts or maybes 
When I’m falling down 
There’s always someone who saves me 
And girl it’s you

Funny how life can be so surprising 
I’m just realising what you do

We got a little world of our own 
I’ll tell you things that no one else knows 
I let you in where no-one else goes 
What am I doing without you 
And all of the things I’ve been looking for 
Have always been here outside of my door 
And all of the time I’m looking for something new 
What am I doing without you

Well it’s feeling right now 
So let’s do it right now 
Praying that some how 
You will understand the way 
It’s feeling right now baby somehow 
I won’t let this slip away

We got a little world of our own 
I’ll tell you things that no one else knows 
I let you in where no-one else goes 
What am I doing without you 
And all of the things I’ve been looking for 
Have always been here outside of my door 
And all of the time I’m looking for something new 
What am I doing without you

Senin, 02 Mei 2011

Peterpan ft. Chrisye- Menunggumu


Didalam sebuah cinta…terdapat bahasa
Yang mengalun indah…mengisi jiwa
merindukan kisah…kita berdua
Yang tak pernah bisa…akan terlupa

Bila Rindu ini..masih milikmu
Kuhadirkan sebuah..tanya untukmu
Harus brapa lama..aku menunggumu..
aku menunggumu…

Didalam masa indah…saat bersamamu
Yang tak pernah bisa…akan terlupa
Kenangan masa yang…menghancurkan jiwa
Dengan segenap cinta…aku bertanya

Bila Rindu ini..masih milikmu
Kuhadirkan sebuah..tanya untukmu
Harus brapa lama..aku menunggumu..
aku menunggumu..aku menunggumu…

Dalam hati kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..aku…
Dalam benak kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..aku…
masih menunggu…

Minggu, 01 Mei 2011

Inilah aku. Dan kamu, kamu sendiri siapa?

"Akulah petualang, yang mencari kebenaran. Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah Bani Adam. Akulah mujahid yang berjuang mengakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan Islam yang hanif. Akulah lelaki merdeka, yang telah mengetahui rahasia wujudnya, maka ia pun berseru, 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Inilah aku. Dan kamu, kamu sendiri siapa?"

Hasan Al-Bana 

Awan


Indah berenang di langit biru
Putih bersih tak bernoda
Meski kadang menghitam mengamuk
Jika sudah penuh

Menatapmu menenangkan hati yang gundah
Kau sejukkan aku dikala aku gerah
Senyumanmu padamkan api amarahku
Namun amukanmu surutkan keberanianku

Terus ku coba tuk menggapaimu
Terus ku coba tuk menyatu denganmu
Walau ku tahu aku takkan bisa
Tapi aku tidak akan menyerah
Karena engkau lah impianku



Padang, Jl. Jend. Sudirman no.1, 16-03-2010, 16.36 WIB