Senin, 21 April 2014

Di Bawah Sinar Rembulan Ku Bercinta

Sepi. Hanya ada Kau dan aku
Di jalan sepi ini kita berduaan
Di tengah gelap malam ini kita bermesraan
Seakan di dunia ini hanya ada kita

Hening. Tiada kata yang terucap lantang
Tiada bibir yang bersabda kencang. Lirih..
Hanya penglihatan yang bermain
Saling menatap dalam diam

Kita berbicara tak melalui kata
Kita berbicara melalui relung hati yang terdalam
Semua kemesraan tak kita ucapkan
Hanya kita pahami dalam diam

Dalam indahnya hari tak henti aku memujiMu
Di bawah hangatnya sinar mentari aku selalu memujaMu
Di setiap hela nafas aku memanggilMu
Di setiap derap langkah aku niatkan hanya untukMu

Dalam gemuruh nafsu ku puaskan diriku dengan asmaMu
Dalam goyahnya hati ku selalu bertanya padaMu
Dalam sakitnya sedih ku sandarkan diriku pada kasihMu
Dalam beratnya amanah ku minta pertolonganMu

Basah pipi ini menahan haru rindu
Entah sudah berapa lama ku nantikan perjumpaan kita
Malam ini disaksikan oleh para bintang
Di bawah sinar rembulan ini ku bercinta
Aku dan Kamu, wahai Sang Pencipta


Mengenai Shalat (part 1)


Diriwayatkan, ada seorang lelaki yang masuk ke dalam masjid di waktu Rasulullah SAW sedang duduk. Lalu orang itu melaksanakan shalat. Setelah itu ia memberi salam kepada Rasulullah SAW., tetapi Nabi menolaknya seraya bersabda, “Ulangi shalatmu, karena (sesungguhnya) kamu belum shalat!”
Kemudian lelaki itu mengulangi shalatnya. Setelah itu ia datang dan memberi salam kepada Rasulullah, tetapi Nabi SAW menolaknya sambil berkata, “Ulangilah shalatmu, (sebenarnya) kamu belum shalat!”
Laki-laki itu pun mengulangi shalat untuk ketiga kalinya. Selesai shalat ia kembali memberi salam kepada Nabi SAW. Tetapi lagi-lagi beliau menolaknya, dan bersabda, “Ulangilah shalatmu, sebab kamu itu belum melakukan shalat!”
“Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar wahai Rasulullah, Inilah shalatku yang terbaik. Sungguh, aku tak bisa melakukan lebih dari ini, maka ajarkanlah shalat yang baik kepadaku,”
tanya lelaki itu.
“Apabila kamu berdiri (untuk melakukan) shalat, hendaklah dimulai dengan takbir, lalu membaca ayat-ayat Al Qur’an yang engkau anggap paling mudah, lalu rukuklah dengan tenang, kemudian beri’tidallah dengan tegak, lalu sujudlah dengan tenang dan lakukanlah seperti ini pada shalatmu semuanya.” (HR. Bukhari)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/05/24937/para-pencuri-shalat/#ixzz2kPPlRpWV 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook


“Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku’ dan sujud” (HR. Abu Dawud: 1/ 533)
Semoga kita senantiasa memperbaiki shalat kita, agar tujuan shalat yang tertuang dalam Al Qur’an surat Al-’Ankabuut ayat 45 benar-benar dapat terwujud. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji & mungkarWallahu a’lam bis showab.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/05/24937/para-pencuri-shalat/#ixzz2kPQKOwQY 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook


“Sungguh sejahat-jahatnya pencuri dari kalangan manusia adalah orang yang mencuri shalatnya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud mencuri shalatnya?” Beliau Saw berkata, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan sungguh orang yang paling pelit (kikir) adalah orang yang pelit mengucapkan salam. (HR. Thabrani & Hakim)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/05/24937/para-pencuri-shalat/#ixzz2kPQQ7nEY 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook


Dalam redaksi Ahmad & ath-Thayalisi, Dari Abu Hurairah radhiallahu’ anhu berkata: “Kekasihku Rasulullah sallalloohu ‘alaihi wa sallam melarangku bersujud dengan cepat seperti halnya ayam yang mematuk makanan, menoleh-noleh seperti musang dan duduk seperti kera.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/05/24937/para-pencuri-shalat/#ixzz2kPQYKjgL 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook


“Kamu melihat orang ini, jika dia mati, maka matinya tidak termasuk mengikuti agama Muhammad SAW, dia menyambar shalatnya seperti burung elang menyambar daging.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/05/24937/para-pencuri-shalat/#ixzz2kPQaus1n 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Jumat, 11 April 2014

Di Dunia Ini


"Di dunia ini... 
Dari banyaknya jumlah manusia, hanya sedikit saja yang sadar. 
Dari yang sadar itu, hanya sedikit saja yang ber-Islam. 
Dari mereka yang ber-Islam, hanya sedikit yang berdakwah. 
Dari mereka yang berdakwah, hanya sedikit yang berjuang. 
Dari sedikit yang berjuang, hanya sedikit yang bersabar.  
Dari yang bersabar itu... 
Hanya sedikit saja dari mereka yang sampai pada akhir perjalanan."

Sabtu, 05 April 2014

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah



Sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah
Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah
Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanitatidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.
Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat.
Sungguh teramat merugi...mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah..
Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.
Memang... Dakwah ini berat...karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja..
memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
Memiliki kekuatan yang berlipat.
Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.
Siapapun takan pernah bisa bertahan...melalui jalan dakwah ini...mengarungi jalan perjuangan...kecuali dengan KESABARAN!!!
Karenanya... Tetaplah disini...dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh...sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...
Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang bergugugran karenanya. Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu. Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri...karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam di samudra kehidupan...
Jika bersama dakwah saja...kau serapuh itu...bagaimana mungkin dengan seorang diri?? Sekuat apa kau jika seorang diri...???



Jangan Terburu

“Kalau menghafal 1 hari 1 ayat, lalu kapan bisa jadi hafiz 30 juz?!” tanya FULAN, seorang pria kepada saya. Sebisanya saya membalas. “Bila 1 hari engkau hafalkan 1 ayat, maka dalam 1 tahun engkau akan hafalkan 365 ayat, bukan?” Si fulan menganggukkan kepala.
“Jika kau teruskan kebiasaan menghafal 1 ayat sehari, maka in syaa Allah dalam 10 tahun engkau akan hafal 3650 ayat. Betul gak?!” tanyaku padanya mendesak. Si fulan pun kembali mengangguk.
“Lalu kalau dua puluh tahun, berapa ayat yang bisa didapat…?!” kembali aku memburunya. Ia sedikit berpikir. Sejenak kemudian ia menjawab, “7300 ayat!”
Aku tersenyum kepadanya lalu berkata, “Ketahuilah saudaraku, semua ayat Al Quran hanya berjumlah 6236 ayat. Tidak sampai 7300. Maka bila engkau menghafal 1 ayat sehari, in sya Allah engkau akan menuntaskan hafalan Al Quran hanya dalam tempo kurang dari 18 tahun!”
Si Fulan pun kembali sengit dan menukas, “Hah….,18 tahun? LAMA SEKALI….! Banyak pesantren, mahad tahfiz bahkan rumah tahfiz di Indonesia mampu mencetak santri-santri hafiz 30 juz dalam tempo 1-3 tahun saja!”
Aku tidak mundur menerima serangan sinis-nya. Sambil menarik nafas dalam demi menenangkan jiwa aku jawab, “Menurutmu…, mana lebih cerdas orang Indonesia atau Rasulullah Saw dalam menghafal Al Quran?”
Si Fulan tidak jawab pertanyaan ini, dan aku bisa menduga mengapa ia sedemikian.
“Hehehehe…, kamu pasti gak tega untuk bilang bahwa orang Indonesia lebih pintar dari Rasulullah Saw dalam masalah ini. Namun pernahkah kau renungi berapa lama Rasulullah Saw dan para sahabatnya menghafal Al Quran?! Ketahuilah…, mereka menghafalnya lebih dari 22 TAHUN. Lalu apakah mereka kurang cerdas?! Masalahnya di sini bukan perkara cerdas atau tidak dalam menghafal Al Quran. Namun Allah Swt menurunkannya secara perlahan-lahan agar bisa diserap oleh manusia lalu diamalkan dalam hidup keseharian mereka. Bagi ku Al Quran kurang tepat bila hanya dihafal namun tanpa pelaksanaan. Namun Al Quran akan lebih ajeg termanifestasi dalam kehidupan kita semua bila dihafal lalu diamalkan dalam kehidupan.”
Aku pun lalu menunjukkan firman Allah Swt berikut: وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
"Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." QS. 17:106 Simaklah firman Allah Swt di atas dan perhatikan bahwa Al Quran diturunkan secara berangsur agar Rasulullah Saw menyampaikannya secara perlahan-lahan.
Bila Allah Swt menyuruh Rasulullah Saw untuk menikmati Al Quran dengan perlahan-lahan hingga 20 tahun lebih, pastilah di sana ada sebuah hikmah yang amat baik.
Maka mulailah menghafal sambil menikmati Al Quran. Usah terburu-buru ingin cepat hafiz 30 juz. Mulailah dari 1 ayat per hari. Pahami, jiwai, nikmati, dan amalkan ajarannya. In sya Allah, bila engkau telah sanggup menguasai 1 ayat per hari, maka pasti Allah Swt beri kemudahan bagimu untuk mewujudkan cita-cita menghafal Al Quran 30 juz beserta maknanya.
Semoga bermanfaat

Oleh:
@bobbyherwibowo


Rabu, 02 April 2014

Jika Cinta

Jika cinta adalah api...
Maka berhati-hatilah dengan hangatnya yang membakar

Jika cinta adalah air...
Maka berhati-hatilah dengan sejuknya yang menghanyutkan

Jika cinta adalah angin...
Maka berhati-hatilah dengan semilirnya yang melenakan

Jika cinta adalah kaca...
Maka berhati-hatilah agar tak menghancurkannya

Jika cinta adalah cermin...
Maka bersiaplah menghadapi pantulannya

Jika cinta adalah waktu...
Maka jangan sampai disia-siakan

Jika cintaku adalah dirimu...
Maka bersiaplah tuk ku jemput
Duhai bidadari surgaku...