Minggu, 28 April 2013

Aku Ingin Pulang

Pagi ini aku terbangun.
Ku lihat jam dinding menunjukkan bahwasanya waktu Subuh telah masuk.
Aku terlambat untuk shalat ke Masjid.
Segera ku bangkit walau mata masih berat.
Ku hampiri pintu kamar kosku,
Dan ku ayunkan daun pintunya membuka.

Dinginnya Jatinangor di Subuh hari langsung menghampiriku.
Menembus kulit yang padahal buatan gen Koto Tuo Panyalaian+Suliki.

Aku menuju keran air.
Aku putar dan mengalirlah air.
Aku berwudhu.
Aku usir semua iblis & jin yang bergelantungan di mataku.

Dingin. Segar. Namun pedih.
Mataku terang. Namun tetap sendu. Seakan merindu.
Ya. Memang. Ada banyak hal yang kurindukan.
Ah, tapi biarlah. Sudah jalannya aku ke sini.

Ku langsungkan shalat Subuh.
Tanpa kusadari air mataku luluh dalam shalatku.
Dalam keheningan subuh hari.
Isak tangisku menghiasi kamar ini.

Ya. Aku menangis.
Aku begitu merindukan kampung halamanku.
Aku merindukan kota kelahiranku.
Aku merindukan gelak tawa teman-teman seperjuanganku di Rohis, Assalam, dan ShoT 165 Sumbar.
Aku merindukan keluargaku.

Terutama. Aku sangat rindu akan mereka.
Ya. Mereka. Mereka berdua.
Manusia pertama yang memberikan kasih sayang padaku.
Semenjak sebelum aku tau apa itu dunia.
Bahkan semenjak aku belum muncul di dunia ini.
Ya. Papa dan Mama ku. Aku rindu pada mereka.

Begitu banyak hal yang terjadi dan ku lalui di sini.
Namun tak pernah ku temukan kasih sayang yang seperti mereka.
Di sini penuh kebohongan. Tipu daya.
Palsu. Semua paslu. Hanya di mulut namun tak di hati.

Dingin. Ya. Di sini terasa sangat dingin.
Bukan. Bukan suhu lingkungannya kawan.
Namun manusianya.
Bisa dikatakan tak ada kehangatan di sini.

Dalam sujudku. Dengan tangisku.
Ku adukan semuanya pada-Nya.
Tak baik juga rasanya jika ku paparkan di sini apa perbincanganku dengan-Nya.
Namun yang jelas. Aku adukan bahwa aku ingin pulang.
Ya. Aku ingin pulang. Di sini bukan tempatku. Aku tak tahan di sini.
Ma... Pa... Aku ingin pulang...........


P.S.:
Mungkin, kawan, engkau akan berkata bahwa aku manja.
"Ah baru juga kemaren ini kamu pulang ke Padang, Ris."
"Ah manja amat baru berapa bulan dan baru ke Pulau Jawa juga."
Satu jawabku untukmu. "Terserah apa katamu."

Iya kawan. Terserah apa katamu.
Hidupku dan hidupmu berbeda.
Masalahku dan masalahmu berbeda.
Rasa ku dan rasamu berbeda.
Jadi kawan, tak baik juga rasanya jika kau hakimi aku dengan komentar seperti itu.
Maaf.


~Jatinangor, 20 Maret 2013, 21.05 WIB

Untuk Uje

Subuh ini ku terbangun
Menghirup udara pagi ku bersyukur
Nyawa ini masih melekat di badan
Masih ada hari untuk memperbaiki diri

Langit masih gelap di luar kamar
Namun tumbuhan dan serangga itu seakan menyapa,
"Shabahul khair ya khalifah :)."

Ku basuh diri ini dengan air wudhu
Sebagai bentuk persiapanku
Untuk menjumpai diri-Nya
Bercengkrama dalam ketenangan shalat

Kata demi kata cinta ku ucapkan pada-Nya
Usai shalat ku tadahkan tangan seraya tersenyum
Mengutarakan syukur dan meminta do'a

Indahnya ku awali hari ini
Entah kenapa ada rasa yang berbeda
Hati ini seakan berfirasat
Merasakan akan adanya kehilangan

Pukul enam pagi di hari Jum'at
Sebuah berita mengguncangkan hati
Menguras air mata, memaksa mulut tuk berucap
"Innalillahi wa innailaihi raji'uun."

Hari Jum'at pukul dua dini hari
Sepeda besi yang kau tunggangi hilang kendali
Mengantarkanmu ke depan pintu
Pintu untuk kembali pulang ke sisi-Nya

Diusiamu yang baru saja empat puluh
Seakan memang sudah umur itu tubuh

Kembali ku basuh diri ini dengan wudhu
Ku gelar sajadah kembali ku tadahkan tangan
Dalam do'aku untukmu ku bisikkan,
"Selamat jalan duhai guruku, Ustadz Jefri Al Buchori."




~Jatinangor, 26 April 2013, 09.17 WIB


Cipanas, 24 Maret 2013

Aku bingung
Siapa aku?
Diinginkan kah aku?
Ditunggu kah aku?

Aku bingung
Engkaukah temanku?
Engkaukah sahabatku?
Engkaukah saudaraku?

Kalau memang benar
Engkaulah itu
Kenapa kita harus berpisah?
Kenapa kita harus ada jarak?

Aku sendiri
Berdiri di sini
Melihat tawamu
Melihat candamu

Aku sedih
Sedih untuk pergi
Sedih untuk berpisah
Denganmu kawanku

Sungguh...di batas asa ku
Hanya ingin selalu
Selalu membuatmu bahagia
Namun maaf, aku harus pergi

Karena memang
Hanya sampai disini waktuku



~teruntuk saudara-saudaraku di Taman Ilmu 2013


Setelah Raker di Cipanas, Maret 2013 


Open House Taman Ilmu 2013

Rabu, 10 April 2013

reviving blog XD

HAI BLOG KU! *bersihin sarang laba-laba*
Maaf udah lama aku lupakan dirimu. Salahkanla twitter itu. Dia yang membuatku berpaling darimu! Maaf blog ku. XD

Minggu, 06 Januari 2013

Ngepost setelah sekian lama absen! UOOOOOH!

WOKEH! Sudah sangat lama tidak menyentuh blog ini. Astaghfirullah. Maafkanlah blogger yang pikun ini.

Berhubung terakhir ngepost adalah saat-saat dekat dengan hari terakhir sebagai murid SMA, maka mari dimulai dengan lanjutan mengenai pendidikan ku.

Alhamdulillah, lulus SMA tepat pada waktunya dengan nilai yang lumayan bagus dan memuaskan (meskipun di bagian Fisika agak kecewa). Untuk masalah lulus SMA ini aku bisa tersenyum dengan lebar.

Setelah SMA? Well, impianku untuk menjadi mahasiswa kedokteran mulai tahun 2012 ternyata tidak tersampaikan karena aku tidak lulus SNMPTN 2012. Dikedua pilihan (FK UGM & FK UNAND). Akhirnya aku harus "rela terdampar" di jurusan Biologi UNPAD melalui jalur SMUP. Dan akhirnya harus menyusahkan orangtua karena ini, soalnya uang masuknya aja Rp15juta+uang kuliah semester 1=Rp2juta jadi totalnya Rp17juta. Belum lagi uang kos, uang bulanan, dan uang bla bla bla-nya. Jadi ragu untuk ngulang lagi tahun 2013.

Ya. Aku berencana untuk mencoba lagi untuk masuk ke FK. Karena impianku untuk menjadi dokter belum pudar sedikitpun. Dan yang aku targetkan adalah FK UNAND.
"Trus, kuliah yang sekarang gimana?"
Yaaa,,demi menjadi dokter, aku rela ninggalin kuliah yang sekarang. Soalnya, memang aku menyukai pelajaran biologi. Hanya saja ternyata kuliahnya tidak seperti yang aku bayangkan. Tugasnya sungguh minta ampun. Sibuk pula. Dan ini baru semester awal. Konon kata senior, disemester selanjutnya jauh akan lebih berat lagi. What the.........

Dan ada juga beberapa hal yang membuat aku sangat ingin pindah ke FK UNAND:
1. Mama di rumah (Padang) sering sendirian sekarang jadinya karena Papa setiap bulan harus kerja di luar kota selama 10 hari, kakak lagi internship di Payakumbuh, Uda & Abang kerja di Jakarta, dan aku melongo (baca: kuliah) di Jatinangor ini.
2. Keadaan Rohis di SMANSA Padang sepeninggal angkatanku menjadi memprihatinkan. Dan lebih parahnya, alumni malah semakin jarang datang ke SMANSA untuk sekedar menanyakan mengenai keadaan Rohis (itu laporan yang aku dapat dari adik-adik Rohis di sana.)
3. Kawan-kawan di sini lebih parah su'udzannya dibanding kawan-kawan di Padang. Entah kenapa, aku merasa dianggap hanya sebagai pengganggu. The Unwanted One. Dan bukan hanya kepada ku mereka bersikap beda. Antar mereka masih sering saling menyalahkan, menilai buruk (ini aku juga termasuk), membeda-bedakan teman, dll. Astaghfirullah. Sungguh aku tidak akan tahan jika terlalu lama bersama-sama dengan mereka di sini.
4. Aku merasa, di sini bukan tempatku. Ya. DI SINI BUKAN TEMPATKU. Aku gagal beradaptasi di sini. Itu harus aku akui. Meskipun aku sudah dipandang sebagai seseorang dengan jiwa kepemimpinan yang bagus oleh senior-senior di jurusan bahkan di FKDF pun aku sudah diberi amanah menjadi Mas'ul alumni MDK (Madrasah Dakwah Kampus) 2012. Alhamdulillah. Aku juga bersyukur dapat penilaian positif, tapi tetap saja. Aku tidak mau terus-terusan di sini. Aku ingin segera pulang. Aku ingin kuliah di Padang saja.



"Ya Allah, dengarkanlah do'a hamba. Hamba ingin kuliah di FK UNAND saja. Hamba ingin bersama orangtua saja. Aamiin."

Jumat, 25 Mei 2012

Tak Ada Lagi Waktu

Sudahlah... Tak ada lagi waktu untuk galau. Tidak ada lagi waktu untuk menjadi remaja labil. Ingat Faris! Kau (akan) berumur 18 tahun tahun ini! Sudah saatnya kau dewasa sepenuhnya.
Soal cinta? hal itu masih belum menjadi hal yang penting-mendesak. Untuk apa kau ribet memikirkannya?


Tapi jujur kini ku katakan. Aku tidak terlalu memikirkan hal seperti itu lagi. Semua ku serahkan kepada Allah. Dia lah Sang Maha Pengatur.


Kini, belajar! Persiapkan masa depanmu dari sekarang. Allahuakbar! Man jadda wa jadda!

Senin, 28 November 2011

"Never think that you're alone. Think of yourself as a crayon. You might not be someone's favorite color, but one day they're going to need you to complete their picture."
Merindukan kehadiran kak Dini Fitratun Nida, bang Reza Hidayat, kak Zahrah Nurfadhilah, Mas Iim, dan kak Nengsih Zulhijah di sekolah. Mereka yang telah 2 tahun belakangan selalu ada untuk tempatku bertanya, berkompromi, berdiskusi, bercanda, dan "bermanja" sebagai seorang adik ketika di sekolah. Namun kini, aku lah yang berada di posisi mereka sebagaimana mereka terhadapku dulu. Entah kapan aku bisa sekuat dan sehebat mereka. Ana uhibbukum fillah ya akhi wa ukhti.
Dan kini, aku hanya berjuang sendirian di tengah keramaian. Tak ada lagi senyum yang menyokong dan menyemangati ku. Kecuali Allah. Haha... Nasib anak kelas 3.. XD

Sabtu, 26 November 2011

"If somebody points out your mistakes, then be happy--at least someone is interested in what you have done and bothers to correct it."

Jumat, 28 Oktober 2011

Simple Plan-Thank You


I thought that I could always count on you,
I thought that nothing could become between us two.
We said as long as we would stick together,
We'd be alright,
We'd be ok.
But I was stupid
And you broke me down
I'll never be the same again.

So thank you for showing me,
That best friends can not be trusted,
And thank you for lying to me,
Your friendship and good times we had you can have them back

Yeah!

I wonder why it always has to hurt,
For every blessing that you have to learn.
I won't forget what you did to me,
How you showed me things,
I wish I'd never seen.
But I was stupid,
And you broke me down,
I'll never be the same again.

So thank you for showing me,
That best friends can not be trusted,
And thank you for lying to me,
Your friendship the good times we had you can have them back

When the tables turn again,
You'll remember me my friend,
You'll be wishing I was there for you.
I'll be the one you'll miss the most,
But you'll only find my ghost.
As time goes by,
You'll wonder why,
You're all alone.

So thank you for showing me,
That best friends can not be trusted,
And thank you for lying to me,
Your friendship and good times we had you can have them back.

So thank you, for lying to me,
So thank you, for all the times you let me down
So thank you, for lying to me,
So thank you, your friendship you can have it back

Kok lagu ini bisa pas ama keadaan kita ya? Tapi bedanya, di masalah kita, aku lah yang menyakitimu,, hufft.. maafkan aku RDA :(